Madiun, 5 Juli 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-78, Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) Dekopinda Kabupaten Madiun sukses menggelar Seminar Perkoperasian bertema “Menyongsong Koperasi Desa Merah Putih Menuju Koperasi Indonesia Melompat Lebih Tinggi” di Aula Inka, Kota Madiun, Sabtu (5/7/2025). Acara ini diikuti ratusan peserta dari berbagai jenis koperasi dan unsur pemuda koperasi se-Madiun dan sekitarnya.
Seminar menghadirkan narasumber Coach Moh. Faisol Khusni, S.Sos.I., M.S.I. (Kepala Wilayah LAPENKOP Jatim dan Konsultan Koperasi Nasional), yang memaparkan pandangan segar tentang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih tidak perlu dipersoalkan karena ia bagian dari keluarga besar desa. Sebagai keluarga baru, mari kita bina dan didik bersama agar tumbuh berkembang dengan baik. Tujuan kita sama: menyejahterakan warga desa. Yang diperlukan adalah berbagi peran dan tugas,” tegas Faisol.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara BUMDes dan KDMP:
“BUMDes dan Kopdes bukan untuk dibandingkan, melainkan saling menguatkan. BUMDes bisa berperan sebagai ‘kakak’, dan Kopdes sebagai ‘adik’ yang masih bertumbuh. Keduanya harus kompak, gotong royong menjadi motor penggerak kesejahteraan desa dengan prinsip mutualisme.”
Ketua Dekopinda Kabupaten Madiun, Sarwana, S.E., M.M., menyatakan kesiapan gerakan koperasi setempat menyambut KDMP dan KKMP:
“Dekopinda siap bekerja sama mengembangkan koperasi di Madiun, menuju kabupaten yang bersih, sehat, dan sejahtera sesuai visi misi daerah.”
Sementara itu, Kepala Lapenkopda Madiun, Eny Kusumawardani, S.E., M.M., menekankan pentingnya forum diskusi seperti seminar ini:
“Seminar adalah wadah bertukar ide untuk meningkatkan SDM koperasi. Jangan hanya bermimpi, bangun dan bangkit! Sinergi yang baik akan membuat koperasi maju dan Indonesia adil-makmur.”
Acara dihadiri berbagai elemen koperasi, termasuk pengurus KDMP, KPRI, KUD, Kopwan, KSP, serta perwakilan Dinas Perdagangan dan Koperasi Madiun. Peserta seperti Bapak Heri mengaku mendapat pencerahan:
“Awalnya saya melihat KDMP sebagai tantangan, tapi kini siap berkolaborasi untuk kemajuan bersama.”
Diskusi berlangsung dinamis hingga panitia harus mengakhiri sesi karena keterbatasan waktu. Namun, semangat kebersamaan dan komitmen kolaborasi tetap mengemuka.
Seminar ini menguatkan pemahaman bahwa KDMP bukan ancaman, melainkan bagian dari keluarga besar koperasi yang perlu dikembangkan bersama. Dengan kolaborasi dan inovasi, koperasi diharapkan menjadi penggerak ekonomi inklusif yang adaptif menghadapi tantangan zaman.
“Sinergi dan semangat kekeluargaan akan memperkuat koperasi demi desa yang bersih, sehat, dan sejahtera,” tutup Coach Faisol.
Bagikan ke:
